Tuesday, 30 October 2012

SA'AD BIN MU"AZ - Arasy Tuhan bergetar saat kepulangannya..



Saad bin Muaz bin Nukman asal Madinah, suku Aus ini adalah seorang sahabat yang mempunyai jiwa patriot. Beliau adalah bangsawan suku Aus yang masuk Islam antara baiat Akabah I dan baiat Akabah II. Rasulullah pernah mengaplikasikan pendapatnya sekitar pembangkangan dan pembatalan perjanjian yang ditanda tangani Nabi dengan bani Quraizah yaitu membunuh kaum lelaki dan memperbudak kaum wanita dan anak-anak mereka. Beliau mati syahid dalam perang Khandak

Pada usia 31 tahun ia masuk Islam. Dan dalam usia 31 tahun ia pergi menemui syahidnya. Dan antara hari keislamannya sampai saat wafatnya, telah diisi oleh Sa’ad bin Muadz dengan karya-karya gemilang dalam berhakti kepada Allah dan Rasul-Nya… .

Lihatlah, Gambarkanlah dalam ingatan kalian laki-laki yang anggun berwajah tampan berseri-seri, dengan tubuh tinggi jangkung dan badan gemuk gempal …? Nab, itulah dia ..!

Bagai hendak dilipatnya bumi dengan melompat dan berlari menuju rumah As’ad bin Zurarah, untuk melihat seorang pria dari Mekah bernama Mush’ab bin Umeir yang dikirim oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan guna menyebarkan tauhid dan Agama Islam di Madinah ….

Memang, ia pergi ke sana dengan tujuan hendak mengusir perantau ini ke luar perbatasan Madinah, agar ia membawa kembali Agamanya dan membiarkan penduduk Madinah dengan agama mereka

Tetapi baru saja ia bersama Useid bin Zurarah sampai ke dekat majlis Mush’ab di rumah sepupunya, tiba-tiba dadanya telah terhirup udara segar yang meniupkan rasa nyaman. Dan belum lagi ia sampai kepada hadirin dan duduk di antara mereka memasang telinga terhadap uraian-uraian Mush’ab, maka petunjuk Allah telah menerangi jiwa dan ruhnya.

Demikianlah, dalam ketentuan taqdir yang mengagumkan, mempesona dan tidak terduga, pemimpin golongan Anshar itu melemparkan lembingnya jauh-jauh, lain mengulurkan tangan kanannya mengangkat bai’at kepada utusan Rasulullah …..

Dan dengan masuk Islamnya Sa’ad, bersinarlah pula di Madinah mata hari baru, Yang pada garis edarnya akan berputar dan beriringan qalbu yang tidak sedikit jumlahnya, dan bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan diri mereka kepada Allah Robbul’alamin . . . !

Sa’ad telah memeluk Islam, memikul tanggung jawab itu dengan keberanian dan kebesaran … Dan tatkala Rasulullah hijrah ke Madinah, maka rumah-rumah kediaman Bani Abdil Asyhal, yakni kabilah Sa’ad, pintunya terbuka lebar bagi golongan Muhajirin, begitu pula semua harta kekayaan mereka dapat dimanfa’atkan tanpa batas, pemakainya tidak perlu rendah diri dan jangan takut akan disodori bon perhitungan.

Dan datanglah saat perang Badar ….Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan shahabat-shahabatnya dari golongan Muhajirin dan Anshar untuk bermusyawarah dengan mereka tentang urusan perang itu dihadapkannya wajahnya yang mulia ke arah orang-orang Anshar, seraya katanya: “Kemukakanlah buah fikiran kalian, wahai shahabat … !”

Maka bangkitlah Sa’ad bin Mu’adz tak ubah bagi bendera di atas tiangnya, katanva: -

“Wahai Rasulullah ! Kami telah beriman kepada anda, kami percaya dan mengakui bahwa apa yang anda bawa itu adalah hal yang benar, dan telah kami berikan pula ikrar dan janji-janji kami. Maka laksanakanlah terus, ya Rasulallah apa yang anda inginkan, dan kami akan selalu bersama anda … ! Dan demi Allah yang telah mengutus anda membawa kebenaran! Seandainya anda menghadapkan kami ke lautan ini lalu anda menceburkan diri ke dalamnya, pastilah kami akan ikut mencebur, tak seorang pun yang akan mundur, dan kami tidak keberatan untuk menghadapi musuh esok pagi! Sungguh, kami tabah dalam pertempuran dan teguh menghadapi perjuangan … ! Dan semoga Allah akan memperlihatkan kepada anda tindakan kami yang menyenangkan hati … ! Maka maulailah kita berangkat dengan berkah Allah Ta’ala… !”

Kata-kata Sa’ad itu muncul tak ubah bagai berita gembira, dan wajah Rasul pun bersinar-sinar dipenuhi rasa ridla dan bangga serta bahagia, lalu katanya kepada Kaum Muslimin: -

“Marilah hita berangkat dan besarkan hati halian karena Allah telah menjanjihan kepadahu salah satu di antara dua golongan! … Demi Allah,… sungguh seolah-olah tampak olehhu hehancuran orang-orang itu … !” (al-Hadits)

Dan di waktu perang Uhud, yakni ketika Kaum Muslimin telah cerai-berai disebabkan serangan mendadak dari tentara musyrikin, maka takkan sulit bagi penglihatan mata untuk menemukan kedudukan Sa’ad bin Mu’adz ….

Kedua kakinya seolah-olah telah dipakukannya ke bumi di dekat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempertahankan dan membelanya mati-matian, suatu hal yang agung, terpancar dari sikap hidupnya ….

Kemudian datanglah pula saat perang Khandak, yang dengan jelas membuktikan kejantanan Sa’ad dan kepahlawanannya ….
Perang Khandak ini merupakan bukti nyata atas persekongkolan dan siasat licik yang dilancarkan kepada Kaum Muslimin tanpa ampun, yaitu dari orang-orang yang dalam pertentangan mereka, tidak kenal perjanjian atau keadilan.

Maka tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para shahabat hidup dengan sejahtera di Madinah mengabdikan diri kepada Allah saling nasihat-menasihati agar mentaati-Nya serta mengharap agar orang-orang Quraisy menghentikan serangan dan peperangan, kiranya segolongan pemimpin Yahudi secara diam-diam pergi ke Mekah lalu menghasut orang-orang Quraisy terhadap Rasulullah sambil memberikan janji dan ikrar akan berdiri di samping Quraisy bila terjadi peperangan dengan orang-orang Islam nanti.

Pendeknya mereka telah membuat perjanjian dengan orang-orang musyrik itu, dan bersama-sama telah mengatur rencana dan siasat peperangan. Di samping itu dalam perjalanan pulang mereka ke Madinah, mereka berhasil pula menghasut suatu suku terbesar di antara suku-suku Arab yaitu kabilah Gathfan dan mencapai persetujuan untuk menggabungkan diri dengan tentara Quraisy.

Siasat peperangan telah diatur dan tugas serta peranan telah dibagi-bagi. Quraisy dan Gathfan akan menyerang Madinah dengan tentara besar, sementara orang-orang Yahudi, di waktu Kaum Muslimin mendapat serangan secara mendadak itu, akan melakukan penghancuran di dalam kota dan sekelilingnya!

Maka tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui permufakatan jahat ini, beliau mengambil langkah-langkah pengamanan. Dititahkannyalah menggali khandak atau parit perlindungan sekeliling Madinah untuk membendung seubuan musuh. Di samping itu diutusnya pula Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah kepada Ka’ab bin Asad pemimpin Yahudi suku Quraidha untuk menyelidiki sikap mereka yang sesungguhnya terhadap orang yang akan datang, walaupun antara mereka dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenamya sudah ada beberapa perjanjian dan persetujuan damai.

Dan alangkah terkejutnya kedua utusan Nabi, karena ketika bertemu dengan pemimpin Bani Quraidha itu, jawabnya ialah: -”Tak ada persetujuan atau perjanjian antara Kami dengan Muhammad… !”

Menghadapkan penduduk Madinah kepada pertempuran sengit dan pengepungan ketat ini, terasa amat beuat bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. OLeh sebab itulah beliau memikirkan sesuatu siasat untuk memisahkan suku Gathfan dari Quraisy, hingga musuh yang akan menyerang, bilangan dan kekuatan mereka akan tinggal separoh.

Siasat itu segera beliau laksanakan yaitu dengan mengadakan perundingan dengan para pemimpin Gathfan dan menawarkan agar mereka mengundurkan diri dari peperangan dengan imbalan akan beroleh sepertiga dari hasil pertanian Madinah. Tawaran itu disetujui oleh pemimpin Gathfan, dan tinggal lagi mencatat persetujuan itu hitam di atas putih ….

Sewaktu usaha Nabi sampai sejauh ini, beliau tertegun, karena menyadari tiadaiah sewajarnya ia memutuskan sendiri masalah tersebut. Maka dipanggilnyalah para shahabatnya untuk merundingkannya. Terutama Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah, buah fikiran mereka amat diperhatikannya, karena kedua mereka adalah pemuka Madinah, dan yang pertama kali berhak untuk membicarakan seal tersebut dan memilih langkah mana yang akan diambil

Rasulullah menceritakan kepada kedua mereka peristiwa perundingan yang berlangsung antaranya dengan pemimpin-pemimpin Gathfan. Tak lupa ia menyatakan bahwa langkah itu diambilnya ialah karena ingin menghindarkan kota dan penduduk Madinah dari serangan dan pengepungan dahsyat.

Kedua pemimpin itu tampil mengajukan pertanyaan:
“Wahai Rasulullah, apakah ini pendapat anda sendiri, ataukah wahyu yang dititahkan Allah … ?” Ujar Rasulullah: “Bukan, tetapi ia adalah pendapatku yang kurasa baik untuk tuan-tuan! Demi Allah, saya tidak hendak melakukannya kecuali karena melihat orang-orang Arab hendak memanah tuan-tuan secara serentak dan mendesak tuan-tuan dari segenap jurusan.

Maka saya bermaksud hendak membatasi kejahatan mereka sekecil mungkin.. !”
Sa’ad bin Mu’adz merasa bahwa nilai mereka sebagai laki-laki dan orang-orang beriman, mendapat ujian betapa juga coraknya.

Maka katanya: -

‘Wahai Rasulullah! Dahulu kami dan orang-orang itu berada dalam kemusyrikan dan pemujaan berhala, tiada mengabdikan diri pada Allah dan tidak kenal kepada-Nya, sedang mereka tak mengharapkan akan dapat makan sehutir kurma pun dari hasil bumi kami kecuali bila disuguhkan atau dengan cara jual beli …. Sekarang, apakah setelah kami beroleh kehormatan dari Allah dengan memeluk Islam dan mendapat bimbingan untuk menerimanya, dan setelah kami dimuliakan-Nya dengan anda dan dengan Agama itu, lain kami harus menyerahkan harta kekayaan kami …? Demi Allah, kami tidak memerlukan itu, dan demi Allah, kami tak hendak memberi kepada mereka kecuali pedang … hingga Allah menjatuhkan putusan-Nya dalam mengadili kami dengan mereka… !”

Tanpa bertangguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merubah pendiriannya dan menyampaikan kepada para pemimpin suku Gathfan bahwa sahabat-sahabatnya menolak rencana perundingan, dan bahwa beliau menyetujui dan berpegang kepada putusan shahabatnya….

Berselang beberapa hari, kota Madinah mengalami pengepungan ketat. Sebenarnya pengepungan itu lebih merupakan pilihannya sendiri daripada dipaksa orang, disebabkan adanya parit yang digali sekelilingnya untuk menjadi benteng perlindungan bagi dirinya. Kaum Muslimin pun memasuki suasana perang. Dan Sa’ad bin Mu’adz keluar membawa pedang dan tombaknya sambil berpantun:
“Berhentilah sejenak, nantikan berkecamuknya perang Maut berkejaran menyambut ajal datang menjelang … !”

Dalam salah satu perjalanan kelilingnya nadi lengannya disambar anak panah yang dilepaskan oleh salah seorang musyrik.

Darah menyembur dari pembuluhnya dan segera ia dirawat secara darurat untuk menghentikan keluamya darah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh membawanya ke mesjid, dan agar didirikan kemah untuknya agar ia berada di dekatnya selama perawatan.

Sa’ad, tokoh muda mereka itu dibawa oleh Kaum Muslimin ke tempatnya di mesjid Rasul. Ia menunjukkan pandangan matanya ke arah langit, lain mohonnya: -

“Ya Allah, jika dari peperangan dengan Quuaisy ini masih ada yang Engkau sisakan, maka panjangkanlah umurku untuk menghadapinya! Karena tak ada golongan yang diinginkan untuk menghadapi mereka daripada kaum yang telah menganiaya Rasul-Mu,telah mendustakan dan mengusirnya… !

Dan seandainya Engkau telah mengakhiri perang antara kami dengan mereka, jadikanlah kiranya musibah yang telah menimpa diriku sekarang ini sebagai jalan untuk menemui syahid … ! Dan janganlah aku dimatikan sebelum tercapainya yang memuaskan hatiku dengan Bani Quraidha … !”

Allah-lah yang menjadi pembimbingmu, wahai Sa’ad bin Mu’adz … ! Karena siapakah yang mampu mengeluarkan ucapan seperti itu dalam suasana demikian, selain dirimu …?

Dan permohonannya dikabulkan oleh Allah. Luka yang dideritanya menjadi penyebab yang mengantarkannya ke pintu syahid, karena sebulan setelah itu, akibat luka tersebut ia kembali menemui Tuhannya. Tetapi peristiwa itu terjadi setelah hatinya terobatil terhadap Bani Quraidha.

Kisahnya ialah setelah orang-orang Quraisy merasa putus asa untuk dapat menyerbu kota Madinah dan ke dalam barisan mereka menyelinap rasa gelisah, maka mereka sama mengemasi barang perlengkapan dan alat senjata, lalu kembali ke Mekah dengan hampa tangan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpendapat, mendiamkan perbuatan orang-orang Quraidha, berarti membuka kesempatan bagi kecurangan dan pengkhianatan mereka terhadap kota Madinah bilamana saja mereka menghendaki, suatu hal yang tak dapat dibiarkan berlalu! Oleh sebab itulah beliau mengerahkan shahabat-shahabatnya kepada Bani Quraidha itu. Mereka mengepung orang-orang Yahudi itu selama 25 hari. Dan tatkala dilihat oleh Bani Quraidha bahwa mereka tak dapat melepaskan diri dari Kaum Muslimin, mereka pun menyerahlah dan mengajukan permohonan kepada Rasulullah yang beroleh jawaban bahwa nasib mereka akan tergantung kepada putusan Sa’ad bin Mu’adz. Di masa jahiliyah dahulu, Sa’ad adalah sekutu Bani Quraidha ….

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim beberapa shahabat untuk membawa Saad bin Mu’adz dari kemah perawatannya di mesjid. Ia dinaikkan ke atas kendaraan, sementara badannya kelihatan lemah dan menderita sakit.

Kata Rasulullah kepadanya: “Wahai Sa’ad! Berilah keputusanmu terhadap Bani Quraidha … !” Dalam fikiran Sa’ad terbayang kembali kecurangan Bani Quraidha yang berakhir dengan perang Khandak dan nyaris menghancurkan kota Madinah serta penduduknya. Maka ujar Sa’ad: — “Menurut pertimbanganku, orang-orang yang ikut berperang di antara mereka hendaklah dihukum bunuh. Perempuan dan anak mereka diambil jadi tawanan, sedang harta kekayaan mereka dibagi-bagi … !” Demikianlah, sebelum meninggal, hati Sa’ad telah terobat terhadap Bani Quraidha….

Luka yang diderita Sa’ad setiap hari bahkan setiap jam kian bertambah parah …. Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menjenguknya. Kiranya didapatinya ia dalam saat terakhir dari hayatnya. Maka Rasulullah meraih kepalanya dan menaruhnya di atas pangkuannya, lain berdu’a kepada Allah, katanya: “Ya Allah, Sa’ad telah berjihad di jalan-mu ia telah membenarkan Rasul-Mu dan telah memenuhi kewajibannya. Maka terimalah ruhnya dengan sebaik-baiknya cara Engkau menerima ruh… !”

Kata-kata yang dipanjatkan Nabi itu rupanya telah memberikan kesejukan dan perasaan tenteram kepada ruh yang hendak pergi. Dengan susah payah dicobanya membuka kedua matanya dengan harapan kiranya wajah Rasulullah adalah yang terakhir dilihatnya selagi hidup ini, katanya: “Salam atasmu, wahai Rasulullah… ! Ketahuilah bahwa aku mengakui bahwa anda adalah Rasulullah!”
Rasulullah pun memandangi wajah Sa’ad lalu katanya: “Kebahaggaan bagimu wahai Abu Amr … !”
Berkata Abu Sa’id al-Khudri: — “Saya adalah salah seorang yang menggali makam untuk Sa’ad · … Dan setiap kami menggali satu lapisan tanah, tercium oleh kami wangi kesturi, hingga sampai ke liang lahat”.

Musibah dengan kematian Sa’ad yang menimpa Kaum Muslimin terasa berat sekali. Tetapi hiburan mereka juga tinggi “ilainya, karena mereka dengar Rasul mereka yang mulia bersabda: “Sungguh, ‘Arasy Tuhan Yang Rahman bergetar dengan berpulangnya Sa’ad bin Mu’adz … !

Rujukan : kitab Enam puluh Sahabat Rasulullah- kitab asal ialah Kitab Rijal Haolar Rasul krya Khalid Muhammad Khalid..

Monday, 29 October 2012

Sepasang Mata itu...



Petang itu..ombak tampak tenang.. putih buihnya lembut pengusap pepasir di pantai. Burung di awanan girang bermain-mainan sambil mencari makan... desir angin turut sama memainkan peranan...Ah.. Cantik sungguh susunan Tuhan.. Ku dongak ke atas..kelihatan langit-langit biru indah terbentang luas yang turut mendamaikan jiwa yang penuh dengan persoalan... 

Sungguh kata orang... jika stress pergilah ke pantai mencari kedamaian sambil berjalan... hmm.. ku berjalan sambil menikmati pemandangan.. ku toleh pandanganku ke kiri pantai.. "Astaghfirullaha'azim.." lidahku mengucap panjang tatkala terpandang sepasang makhluk bernama insan sedaang berpacaran di balik pohonan.. ku toleh lagi ke arah ombak pantai yang sedang tenang memainkan irama keindahan... "Allahurabbi".. pantas lidahku menyebut nama tuhan tatkala melihat ramai anak muda yang bermandi-manda meninggalkan aurat di badan sambil girang bertepuk tampar tanpa mempedulikan batasan syarak yang melarang.. Ah.... MATA!!.. benar sekali susah nak jaga.. pandang ke kiri maksiat terbentang luas menadah pandangan...pandang kanan..show free yang melekat.... Ah..masakan hati ini tidak kotor jika begini pandangan jalan... 

Benar!..Masyarakat kita semakin parah... Maksiat bermaharajalela tanpa diendah... Syarak dilanggar penuh bebas... jika mahu bercakap soal punca..sudah pasti banyak puncanya.. Namun,ada satu punca yang menyebabkan ia parah... kata Guruku, Punca yang paling besar, yang ada pada setiap manusia adalah sepasang MATA....  

Mata?? kenapa dengan mata?

Nah... teman2.. mari aku kongsikan bersama kalian..

pernah dengar orang kata "Mata bertentang mata..hati pun mula menuntun kata...tiba-tiba menjelma pula seekor makhluk di belakang sana".... Nah.. tuan2..bukankah powerr sepasang mata itu.., saya sudah katakan tadi.. Mata itu pengaruhnya luar biasa...bisa memanggil makhluk durja.. dari mata jatuhnya ke Hati akibatnya, Hati pun turut terpalit sekali...sedangkan tempat iman letaknya di hati.... akibat diasak tadi..akhirnya iman lolos melarikan diri...  itulah kaitannya antara MATA dan HATIl.... mari saya lanjutkan lagi...

teman2...pesan guruku.... MATA ini ada DUA FAEDAH.. 

Pertama : Faedahnya untuk dunia
Kedua : Faedahnya untuk  akhirat


ingin ku jelaskan tentang faedahnya untuk akhirat dulu..

1) Mata untuk memandang kepada langit yang cerah....Matahari yang panas..bulan yang terang..bintang yang dijadikan pedoman untuk para musafir..gunung-ganang...bukit bukau dan sebagainya. Tapi untuk apa teman2? jawapannya bukan sekadar untuk menjamu mata dengan keindahan alam.. tetapi juga untuk kita berfikir dan juga sebagai dalil adanya ALLAH.. Subhanallah..cantik sungguh aturan-Nya.

jelas guruku lagi... yang kedua 

2) Untuk melihat al-Quran..biasanya jika ke kedai..terjumpa senaskah al-quran yang cantik dan lawa.. mulut kita ringan sahaja berkata.. "Subhanallah lawanya.." tuan2..,bukan begitu maksudnya melihat quran.. maksudnya quran tadi  jika anda letak balik tidak ada gunanya...lagi lawa jika kita beli..bawa pulang dan baca.. Nah.. barulah ada manfaatnya di situ... 

3) Untuk Melihat Jalan ke Masjid atau ke Majlis-majlis Ilmu... 

Nah...itulah dia kegunaan mata untuk faedah kita di akhirat kelak..

cerita guruku lagi... ade juga Faedah Mata untuk Dunia ini... antaranya ..

1) Untuk melihat perusahaan ataupun pekerjaan kita..

2) Untuk Menyelamatkan daripada benda2 yang merbahaya. contoh : Jatuh lubang/ Accident..
Namun begitu, harus diingat teman2.. setiap nikmat yang diberi kita harus mensyukurinya... tapi bagaimakah untuk mensyukuri nikmat sepasang mata ini?... adakah seperti menulis surat panjang mengungkap sekalung penghargaan? ish!...bukan begitu wahai kawan.. caranya ialah :- JANGAN melihat benda yang haram. contoh : Melihat perempuan kecuali isterinya, hambanya dan mahramnya.. harus diingat mahram di sini bermaksud orang yang haram dinikahinya seperti ibunya.adik beradiknya dan lain-lain.. juga seperti melihat aurat laki-laki..

seperti yang dijelaskan dalam Firman ALLAH SWT dalam surah An-Nur ayat 30 yang berbunyi..

“Katakanlah kepada lelaki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Surah an-Nur, ayat 30)





Nah..begitulah ceitanya... Namun, jangan dilupa 2 perkara lagi yang sangat penting...


1) jaga pandangan

2) Jaga Kemaluan


kerna kedua-duanya adalah sebab untuk kita BERSIHKAN HATI...

kenapekah?

kerana apabila kita melihat sesuatu atau benda yang mungkar..satu titik hitam akan tercalit pada hati kita..lama-kelamaan ia akan jadi semakin kelam dan gelap... yang akan menyebabkan cahaya iman tidak dapat menembusi dinding hati tersebut...


kemudian apabila ditanya. "Pasal apa, apabila ibadat kita jadi MALAS? dan tak rasa manis dalam beribadah?"

Jawapannya mudah.. Sebab MATA kita tu kita TIDAK jaga.. akibatnya hati jadi hitam dan kelam.. ibadah terasa malas dan sia-sia..Syarak pun tidak terasa besar... MALU pula semakin terhakis... Natijahnya.. Maksiat bermaharajelala dalam diri.. Allahurabbi... pokonya kita kene jaga 2 perkara di atas terutama sekali MATA..kerna di situlah pemulanya...

dan pesan guru lagi "pada Mata terdapat tugas yang sangat besar...iaitu untuk melihat Allah swt di akhirat kelak..oleh itu, periharalah baik2 mata itu"...

kata-kata dan ilmu guru berikan tempoh hari benar2 ligat berputar di otakku... di pantai itu..sekali lagi aku dongakkan kepala ke langit..kelihatan tali wau ditarik-tarik oleh anak-anak kecil yang bermain di tepian pantai... Ah.. inilah pandangan yang murni saat ini.. namun, mustahil untuk terus menerus pandang ke langit.. ape-ape pun hidup mesti diteruskan sambil mengawasi mata, takut terkena jerat si setan... 

Matahari juga semakin kedalam... aku juga ingin menghentikan penulisan...ape-ape pun, pesan temanku, istighfarr dulu teman!

Wassalam..

KalamSiMiskin..
DiPantaiSebelahOmbak!






Sunday, 28 October 2012

Jangan benci pada pelaku Dosa...



Saat kita berbicara perihal manusia lain...hakikatnya kita sedang berbicara mengenai diri kita..

Hidup bermasyarakat..hakikatnya manusia suka melihat dan sering kali mendabik diri sebagai hakim yang ulung.... Nah..!" mengapa pula kamu berkata begitu?" tanya seorang teman yang seakan tidak puas hati dengan keyataanku... Wahai teman..kata guruku.. tanda hati yang bersih itu...hatinya sentiasa tenang dan positif..maksudku Husnu dzhon yakni bersangka baik terhadap makhluk..apatah lagi terhadap Allah..

Namun hari ini, jika bisa..aku mahu berbicara perihal benci dosa atau pelakunya.. bukan perihal husnu dzhon atau su'u dzhon... kerna petang tadi..aku terbaca pesan guru...

pesan sang guru melalui cerita daripada sahabat Nabi Abu Darda', mungkin ini mampu mencerahkan lagi apa yang kusut...



“Abu Darda RA telah menjadi hakim di Damaskus. Beliau telah menangani pelbagai jenayah. Satu hari beliau mengumumkan hukuman yang dijatuhkan terhadap seorang penjenayah dan kes itu dikira selesai. Bagaimanapun beliau terdengar seseorang yang mencerca orang yang bersalah itu. Kerana mendengar cercaan itu, beliau bertanya kepada orang yang mencerca itu:

                “Apakah yang engkau akan buat apabila melihat seseorang jatuh ke dalam lubang yang dalam?”   

                “Aku akan hulurkan tali untuk selamatkan dia”

                “Oleh itu mengapa engkau tidak berusaha untuk menyelamatkan lelaki ini yang jatuh ke dalam lubang kemaksiatan?”

                “Apakah engkau tidak membenci pelaku dosa ini?”

                Abu Darda menjawab dengan sungguh berakhlak, “Aku bukan musuh dirinya tetapi dosanya”


Nah!...itulah yang sepatutnya..... 

itu sahaja cerita hamba di petang hari.. pendek x bererti tidak ada manfaat..panjang x bermakna bermanfaat... 

nak cerita lagi...
tapi tak reti...
oleh itu...
izinkan saya berhenti disini...


dari,
KalamsiMiskin..
Sebelah istana Raja.

Saturday, 27 October 2012

Jika Tuhanku bertanyakan kepadaku..


kala itu..Matahari sedang meninngi...saat itu aku terbaca satu syair yang menyentap diri.. mari aku kongsikan kepada kalian..agar sama2 kita peroleh sesuatu seperti Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah..


Jika Tuhanku bertanyakan kepadaku..
Tidak malukah kau bermaksiat kepada-KU ?
Kau sembunyikan dosamu dari makhluk-KU..
dan datang padaku dengan penuh dosa..

Bagaimanakah aku nak jawab duhai diriku yang malang?..
Dan siapalah yang dapat menyelamatkanku....?

Aku terus menyogok jiwaku dengan impian dan harapan
dari semasa ke semasa....


 Dan aku melupakan apa yang bakal dihadapi selepas mati...
dan apa yang berlaku selepas aku dikafankan..
Seolah-olah aku telah dijamin hidup untuk selama-lamanya..
seakan mati tidak akan menemuiku..


Dan telah datang kepadaku Sakaratulmaut yang Ngeri....
Nah! siapa sekarang yang mampu melindungiku?..

Aku melihat pada wajah-wajah....
Apakah ada daripada mereka yg akan menebusku...?

Akan ku disoal apa yang telah aku lakukan
di dunia untuk menyelamatkan diri ini..?

Maka bagaimana akan ku jawab setelah aku
mengabaikan urusan agama agamaku..?


Celakanya aku! 
Apakah aku tidak mendengar ayat-ayat Allah yang menyeruku?!

Adakah aku tidak mendengar apa yang telah diberitakan
di dalam surah Qaaf dan Yaasin..?!



Adakah aku tidak dengar perihal hari dikumpulkan manusia,
hari perhimpunan dan hari qiyamah?

Adakah aku tak dengar panggilan
ajal maut, menyeru dan menjemputku?


Maka Ya Rabb! 
seorang hamba datang bertaubat, 
siapa yang dapat melindunginya...?

Melainkan Tuhan yang Maha luas pengampunan-Nya
dan yang membimbingku pada kebenaran..

Aku telah datang kepada-MU..
Maka kasihanilah daku..
dan berakan timbangan (kebaikan) ku...
dan ringankan (percepatkan) hisabku..
kerna Engkaulah yang terbaik dalam penghisaban..



# Syair ini telah membuatkan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah menangis apabila mendengar 2 bait pertama Syair ini.. Moga-moga ianya juga menjadi momentum ke arah muhasabah dan perubahan diri kita semua.. insyaALLAH..


KalamsiMiskin
Kubang Kerian














Friday, 26 October 2012

Eidul Adha kali ini!



Saat Matahari turun ke bumi...Bulan pula pantas berdiri... sedang angin panas kian mencengkam diri...angin sejuk pula datang memujuk diri.... itu tandanya, yang cerah akan segera pergi... yang gelap pula kian datang menghampiri...itulah dia lumrah bumi ini... Ah.... hari ini takbir raya bergema lagi.... lembu,unta habis rebah "menyembah" pencipta bumi ini... itulah dia tanda pengorbanan si hamba kepada penciptanya... Subhanallah...jika dihayati cerita di sebalik kejadiannya... Allahuakbar sungguh hebat sekali..

Namun hari ini ada ceritanya yang tersendiri....Sang lembu tak kunjug tiba..si kambing pula tak datang menyapa..akibatnya tak adelah korbannya.. rugi..sungguh rugi rasenya.. mungkin ketandusan lembu agaknya... namun apakan daya.. orang lebih ramai dari lembu, itulah jadinya... biasanya usai solat sunat Eidul Adha..semua sibuk megurus lembu dan kambing yang siap-siap bersedia mengorbankan diri.. namun kali ini lain pula ceritanya... usai solat sunat, terus ke teratak nenda nun hujung di kampung sana..itulah aktiviti di siang harinya..

malam pula menyusul tiba.. usai solat maghrib berjemaah bersama usrah tercinta...kitab Harfiyyah pula lantang dibaca oleh ayahnda tercinta.. kami berempat mendengar penuh tekun... sebelum itu aku bertanya.. "siapakah penulisnya?" lantas dijawab.. "kitab ini dibuat oleh Tok Guru abi dulu..dia bekas Mufti Sabah dan Wilayah..orang kelantan je..tinggal pula di kampung sana".. owh begitu.. diteruskan bacaan bermula dengan ta'awuz...maknanya dibentang satu persatu beserta beberapa hujahan lain yang turut serta memancing minat kami... kemudian diteruskan dengan basmalah...kemudian surah a-Fatihah sebagai pengakhirannya untuk maghrib hari ini.. di dalam pembacaan tadi kuiingat satu perkara yang dipesan.. katanya : " kita memohon pada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus sepertimana golongan-golongan atasan yakni yang terdiri dari kalangan para Rasul, as-solihun, as-siddiqun dan juga as-syuhada'. usai sudah pembacaannya..semua menutup kitab dan ingin mengundur diri,

 tiba-tiba "hah! TASMIT!" arahnya... tersentak kami semua.. "hah! tasmit?" soal adikku.. "yea tasmit semua skali yang dideganr tadi " jawab ayahndaku... "Allah!".. semua terkejut melihat sesama sendiri..... "hah mula dari sini" getus ayahku... adikku mulai tasmit..bicaranya tersekat-sekat kerana perlu dibaca dengan jelas...kalimah arabnya perlu jelas satu persatu..dususuli pula makna melayunya satu persatu.. tanpa kitab! huh..... lepas sudah..

usai semuanya.. dia berpesan lagi.. "Solat ini penting..ramai orang yang solat tapi ternyata tidak solat.. solat tanpa khusyuk...solat x faham ape-ape makna.. solat yang didalamnya tidak ada rasa hamba.. kita mahu solat kita bermakna sebab kita nak sembah DIA..ibarat kita sedang bercakap dan berhadapan denganNya.. sebab itu soal ini penting dan sangat dipentingkan..ayuh simpan semuanya , kita solat isyak pula"..

itulah dia pengisian rohani untuk hari ini.. walalupun nampak simple sahaja..namun, seringkali juga kita alpa tentang perkara yang simple... pesannya juga tadi.. "Cuti-cuti ni timba ilmu agama sebaik mungkin...sebanyak yang boleh...".. jawabku ringkas sambil melirik senyuman.."insyaALLAH"...^_^.. (pesanan untuk sahabt2 juga nehhh)

Pelajarannya untuk kita semua :

1) jangan remehkan benda yang nampak remeh temeh..contohnya surah Al-Fatihah.. walaupun semua orang tahu membacanya tapi x semua yang mampu menghadamnya..

2) walau sudah habis pengajian di university, namun itu bukanlah alasan untuk kita terus mencuri masa diri.. teruskan belajar dan belajar..

3) Fokusss dalam menuntut ilmu... apabila tasmit pastikan kita sentiasa fokuss...klw tak akbiatnya kena marah sama itu tok guru..huhu..

4) apabila kita solat make sure kita khusyuk kalalu tidak ibadah kita sia-sia sahaja..

5) Kosongkan Gelas.. andai sudah kita tahu banyak perkara tentang ilmu itu..jangan malu dan sombong untk belajar lagi kerna ia juga boleh jadi penguat ingatan buat diri.. kosongkan gelas dan ilmu yang ada..terima sebaiknya daripada guru anda..

6) jika selama ini jarang kita gunakan rumah kita untuk majlis2 ilmu...maka bermula pada saat ini hidupkanlah ia dengan suasana taman-taman syurga.. insyaALLAH ada berkat darinya..

inilah cerita Raya kali ini..tanpa lembu dan kambing.. tetapi diganti kepada hari penerapan ilmu...

sharing terakhir... seperti yang terselit dalam buku PELIK TAPI BENAR tulisan Ustaz Zaharuddin.. melalui satu kisah di alam barzakh.. yang mana amalan solat itu dapat melindungi bahagian atas kepala kita daripada apa-apa gangguan yang terdapat di sana.. kiri kanan pula amalan zakat dan juga puasa.. dan  amalan baik yang selainnya memelihara di bahagian bawah atau kaki kita.. itu sahaja.. selamat beramal semua..



Salam Eidul Adha
Kubang Kerian.

Sunday, 21 October 2012

2 katogari cinta M.Buku!


Fitrah........Fitrah.......Fitrah...... Cinta itu Fitrah....... itulah ungkapan yang selalu kita dengari..... benar sahabat-sahabat...cinta itu fitrah. tapi jangan jadi FITNAH... jenuh...menyampah..geli dan sebagainya terselit dalam sanubari ini tatkala terbaca post2 sahabt muka buku... bukan ape sahabt..kadang2 umur tidak munasabah bercakap, berdiskusi mengenai cinta...cinta yang kadang2 dipandu oleh nafsu durjana...

Pada saya, cinta di muka buku terdapat dua katogerinya..

Pertama : Cinta yang tak tahu ke mana hala yang sememangnya dipandu syaitan durjana!

Kedua : Cinta yang boleh mengundang padah kepada agama!  yakni cinta islamiklah kononya tapi tersasar jauh dari matlamat agama.. 

huhh.... geram rasenya... kebanyakan yang memonopoli cinta yang pertama, rata-ratanya adalah pelajar yg masih di bangku sekolah...entahlah..mungkin baru berjinak dengan cinta agaknya atau mungkin juga keliru antara minat dan suka... namun, tahukah anda wahai adik2 yang dikasihi... bercinta semasa belajar langsung tidak ade faedahnya, selain ianya menganggu ketenteraman jiwa...ianya juga akan menyebabkan stress melanda... kenape? hmm.. pada pengamatan saya.. pertama : kredit habis tidak semena-mena.. kedua : jiwa serabut dek krn halangan keluarga.. ketiga : soal batasan tidak dijaga akibatnya dosa free yang melanda keempat : hati kotor tidak terjaga.... namun bila ditanya apakah manfaatnya ?...ade kak.. "sekurang-kurangnya saya bahagia"... benar dik.. kebahagiaan yang sementara tapi setelah itu muncul pula derita sengsara....

dua tiga hari lepas..terbaca di salah satu status di fb.. statusnya berbunyi begini .. "hmm.. sememangnya cinta mengajarku erti setia"... erk.. mataku tajam merenung ayatnya.. dalam maksdunya.. ah... apa nk jadi dengan dunia kita.sampaikan minda kita dkuasai oleh cinta....cinta...cinta...pada setiap saat dan ketika...

kata guru... kurangkanlah bercakap soal hati..tapi banyakkanlah bercakap soal mati.. kerana banyak mengingati mati juga akan mendorong kepada Makna CINTA yang ASLI....

itu baru golongan pertama yang masih tercari2 rentak ingin bercinta...

namun, golongan kedua lain pula fenomenanya...

kebanyakan terjadi kepada yang "tua".. ayat2 islamik diguna sebagai cover pengubat luka... adeh... penat... akhirnya matlamat tidak menghalalkan cara...   bukan tak tahu..tapi terlebih tahu.. yang haram tu sudah jelas...dan yang halal pun sudah jelas... anda bukan tak tahu sebenarnya tapi kadang-kadang anda buat seolah-olah benda tu anda tidak pernah tahu.. ketahuilah dosa orang yang tahu tapi dia buat jugak berganda dosanya daripada mereka yang tidak tahu. dan kepada mereka yang tak tahu..anda kene belajar supaya tahu...

Fenomena muka buku penuh dengan lagak orang bercinta... yang putus cinta dengan ayat tensyennya... yang baru nk bermula penuh dengan ayat terujanya... yang dipertengahan penuh dengan ayat mesranya... yang sedang mencari pula dengan caranya... sampaikan diskusi ilmu juga full topik pasal cinta..jika bidang tasaufnya sepi pula sambutannya... Ah... duniaku...

Kawan2...tak salah sebenarnya bercakap soal hati dan cinta...tapi kawallah juga... jika selalu bercakap soal cinta, risau sekiranya nafsu kian memandu kita.....
Cinta itu fitrah jangan sampai ianya jadi FITNAH...

p/s : teringat pesan sahabat..orang yang kita cinta x semestinya dia adalah jodoh kita.. dan bila kita bercinta..katakanlah x jadi dengan dia then kawen dgn orang lain... kita seolah-olah mengkhianati cinta kita kepada suami kita.. hakikatnya cinta Allah dan Rasul itulah yang utama..sesudah itu cinta yang lain pun akan turut serta..jadi usahlah tergesa-gesa mengetest semua perkara.. ^^

Tasauf!!! kuasa minda mempengaruhi kita!

Nur Sufi
kubang kerian.

Friday, 19 October 2012

::: Perindu cinta hakiki :::

 

     Dalam cuaca yang redup menawan..ditambah dengan hujan perlahan... kelihatan sayup-sayup gerombolan para musafir sedang berteduh di sebuah teratak tua bersama pemiliknya, seorang pak cik tua berjanggut putih di paras dada... Ah..mungkin mereka tetamu dari negeri seberang agaknya, getusku sendirian.. ku mendekati mereka dengan penuh cermat agar tidak mengganggu diskusi mereka yang agak tekun mendadah telinga mendengar bicara pak cik tua yang seakan-akan penglipur lara sahaja lagaknya...  

Sejenak pak cik itu berhenti mengumpul momentum diri..mungkin sambil membelek catitan cerita di minda yang lama tatakala seorang pemuda bertanya.. " pak cik siapakah dia sebenarnya Rabiatul Adawiyah? betulkah dia tidak berkahwin?"... 

seketika dia tersenyum.. seakan-akan bersedia meneruskan cerita.. "Tahukah kamu Rabiatul Adawiyah itu bukan wanita seperti kebiasaanya kita?".. sambungnya lagi.. " Rabiatul Adawiyah itu adalah wanita yang diangkat tarafnyasa menjadi wali. Punyai suara yang merdu dan wajah yang ayu, namun cinta hatinya tidak mampu dimiliki lelaki. biarpun ulama terbilang yang masuk meminang, biarpun Sultan agung yang datang merisik..jiwanya tidak tertawan..hatinya sedikit pun tidak tertaut.. Beliau kekal sendiri kerana cinta hatinya hanya untuk-NYA sahaja..tidak ada yang lain lagi.. 

"dan tahukah kamu kenapa namanya Rabiah yang bererti nombor empat?'.. 

"kerna dia anak yang keempat pak cik!".. celah seorang anak kecil berwajah manis yang dari tadi tekun mendengar... 

"benar katamu wahai anak kecil.. sememangnya beliau adalah anak keempat dalam keluarganya yang miskin. saat beliau masih kecil lagi, beliau diuji dengan kematian ayah dan ibunya, bahkan tidak cukup dengan itu belia diculik lalu dijual sebagai hamba... Allahuakbar.. lihatlah bertapa besar ujian yang dilaluinya, namun tidak sedikit pun Rabiah kesal. Baginya, Allah jua yang lebih tahu apa yang terbaik untuk dirinya. Tiada sebaik-baik pelindung selain Allah dan tiada tempat sebaik-baik mengadu juga selain Allah. Sampai akhir hayatnya, Rabiah tersenyum pada saat malaikat maut sudah hampir benar menjemputnya pergi, kerana beliau sudah terlalu rindu kepada kekasih hatinya"..

sedang semua asyik mendegar.. pak cik tadi yang tenang bercerita menyeru seorang pemuda yang berbalut luka di lengan kirinya.. 
"wahai pemuda! Apakah yang terjadi terhadap tanganmu itu?".. tersentak dengan soalan itu.. anak muda tersebut lantas menjawab 
"...saya terjatuh pakcik..habis luka tangan saya ini." kemudian pakcik tua itu tersenyum lagi..rekah kedut di wajahnya juga semakin jelas.. dia kemudian meyambung bicaranya..

"kamu semua ingin tahukah....ada suatu kisah..tatkala Rabiah berjalan keluar sendirian..lantas bertemu dengan seorang pemuda yang berbalut di bahagian kepalanya..lantas Rabiah bertanya..

Rabi'ah : hai ibnu adam,apa yang berlaku dengan kepalamu?
lelaki : kepalaku terluka,jadi aku membalutnya
Rabi'ah : berapa umurmu wahai ibnu adam?
lelaki : 30 tahun
Rabi'ah : dalam 30 tahun,mana situasi yang banyak kamu hadapi,nikmat atau sakit?
lelaki : tentulah kenikmat

an..
Rabi'ah : jika begitu,dalam kenikmatanmu selama 30 tahun,adakah kamu berbuat sesuatu dan mengatakan aku bersyukur dengan kenikmatan ini?
lelaki : emmm,,tiada
Rabi'ah : itulah kamu,ketika Allah anugerahkan kesihatan,jarang kamu menghebahkan syukur kepada orang ramai,tetapi bila Allah uji dengan sakit,kamu segera membalut kepalamu dan seperti memberitahu orang ramai bahawa Allah menzalimimu..
lelaki :  (tersentak dan terdiam seribu bahasa)...


...begitulah ceritanya wahai anak muda.. kita harus ingat...kadang2 Allah memberikan kita sakit untuk menghapuskan dosa-dosa lalu kita.. kadang2 Allah memberikan kita nikmat sehat sebagai ujian kepada kita..namun dalam keduanya terdapat dua ujian yang besar..iaitu Ujian Sabar dan juga Ujian Syukur.... tatkala kita sakit maka bersabarlah dalam bersyukur...

 "Kenapakah bersabar dalam bersyukur pak cik?".. soal seorang lagi anak muda yang barangkali keliru dengan kenyataan itu.. 

".... begini yea nak.. di saat kita sakit kita perlu bersabar dengan kesakitan yang kita alami... dan pada saat kita sakit juga kita harus bersyukur kerana dosa2 kita gugur dek kerana kesaktan tadi..oleh itu pada tika mana kita sakit, kita perlu selalu bersyukur dan bersabar... dan Tatkala kita diberikan nikmat sehat pula... kita semestinya sentiasa bersyukur dengan nikmat sehat yang diberikan Allah taala kepada kita, dan tetap bersabar dengan segala mehnah yang diberikan pada kita nanti di saat kita diuji dalam keadaan sehat.. ".. 

"insyaAALLAH.." 

sahut mereka semua yang dari tadi tekun mendengar cerita dan pesanan pak cik tadi... kemudian mereka menyambung perbualan lain yang penuh ilmiah...aku pula memohon diri untuk mengundur diri... kerana hari sudah semakin lewat ke petang.... hmm... begitulah kisahnya.. 

Keperibadiannya kita contohi...ketiadaanya kita rindui...ketaatannya kita kagumi...kecintaanya penuh bermisi... kita bagaimana? cinta kita pula penuh Misteri... hurm.... 

Hari sudah lewat meninggi..tiba masanya aku pula mengundur diri dari sini.. semoga semuanya diberkati ilahi... 

Nur Sufi 
Kubang Kerian.

Thursday, 18 October 2012

Hal kecik tapi besar nilainya!

Sejuk angin malam meniup kencang menusuk ke tulang yang dalam....
titik-titik hujan mulai turun menyapa bumi yang gersang.....
aku termenung sebentar memikirkan kehidupan...
tatkala telinga ini disajikan tazkirah ringkas oleh ustaz Kazim Elias tentang santun kita kepada ibu bapa...

Ah....ternyata..kadang-kadang ia tepat mengena kepada diri ini yang masih kikir baktinya kepada orang tua... 

Di saat mereka masih hidup berbaktilah sepenuh jiwa dan tenaga kita kepada mereka... mengiyakan sahaja suruhan mereka tanpa banyak soal dan kerenah.. sekurang-kurangnya kita telah mengurangkan bebanan di bahu mereka... sesungguhnya mereka mengimpikan anak yang soleh.. yang boleh menjadi aset kepada mereka di akhirat nanti... sesungguhnya anak itu adalah aset yang sangat berharga bagi setiap insan kerana boleh jadi ianya aset ke syurga, dan boleh jadi ianya juga aset ke Neraka.. na'uzubillah.. 

Rasulullah S.A.W bersabda dalam sebuah hadis sahih; "Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya." 

Kelmarin, di saat drive kereta menuju ke HUSM bagi menghantar stok buku kepada seorang sahabat..,,, diri ini disentap oleh sepotong ayat yang dapat kutangkap kemas bait-baitnya dari radio IKIM yang sedang berbicara mengenai sedekah jariah..begini bicaranya.. "kebanyakan ibu bapa sekarang risau, adakah  disaat mereka telah tiada di dunia ini akan ada anak2 mereka yang akan sedekahkan harta bagi pihak mereka..".... hmmm... merenung panjang ke luar tingkap..merenung lampu isyarat merah bertukar hijau dengan hati yang penuh resah memikirkan ayat tadi... pertama, soal kita sebagai anak..adakah kita sudah melakukan sedekah jariah bagi pihak ibu bapa kita.. kedua : soal kita setelah jadi ibu bapa... adakah anak kita sanggup menyedekahkan harta mereka bagi pihak kita?.. konklusinya.. anak soleh itulah jawapannya... jika kita jadi anak, jadilah anak yang soleh...sebab jika kita sudah mempunyai anak sudah tentu anak soleh juga dambaan kita... Siapa anak kita di masa hadapan..itulah kita di masa muda....

hmm... Ramai orang yang tahu..tapi x semstinya yang tahu itu mereka sedar..
tapi Sedikit orang yang sedar tapi insyaALLAH mereka tahu....
sesungguhnya tahu dan sedar itu pada keduanya terdapat perbezaan antara keduanya... 
Tahu sebagai anak...sedar yang dia tu anak... hmmm.. renung2kan dan selamat beramal..

Nur Sufi 
Kubang Kerian
Kelantan.

Monday, 8 October 2012

::Cinta::



C.I.N.T.A


Cinta..
kita sering kali mendengarnya...
tetapi apakah yang dimaksudkan dengannya...

Sering kali aku mendengar orang kata cinta itu buta...
Cinta itu rasa....
Cinta itu segala-galanya...
dan Cinta itu juga boleh buat kita jadi gila....
Namun, hakikatnya cinta itu persisnya apa???

Ku lihat cinta itu banyak definisinya...
Cinta pula ada darjatnya....
Cinta kepada Allah itulah segala-galanya...
Cinta kepada Rasul x sama dengan Cinta kita kepada manusia...
hakikatnya Cinta itu ada perbezaanya.....

Kata seorang hamba...
Cinta itu letaknya di hati... 
Meskipun tersembunyi..
namun, getarannya tampak sekali...
Cinta itu juga mampu mempengaruhi fikiran..
sekaligus mengendalikan tindakan....

katanya lagi...

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis..
debu beralih menjadi emas...
yang keruh menjadi bening....
yang sakit menjadi sembuh....
Penjara boleh menjadi telaga...
derita pula boleh menjadi nikmat..
Kemarahan pula boleh bertukar rahmat...
Sungguh besar rupanya soal cinta!..

Namun, Cinta yang lain juga kita perlu waspada..

seperti bahayanya Cinta sang Pencinta Dunia..

menurutnya lagi..

Hati2 dengan Cinta...
Dengan Cinta, yang sehat boleh menjadi sakit...
yang gemuk menjadi kurus...
yang normal bertukar sebaliknya...
Orang kaya menjadi miskin...
Raja juga boleh menjadi budak..
itulah dia bahana bagi Cinta yang tidak beralas....

Cinta..tandanya adalah kita sering ingatiNya pada setiap saat dan ketika... namun, jangan lupa pada ujiannya...untuk menguji kita bagaimanakah tulusnya cinta kita kepadaNya... 

pesan seorang guru :: Carilah dulu Cinta Allah..sesudah itu Cinta Rasulullah dan yang lainnya akan sendirinya akan menyusul....insyaALLAH...

bersama teman..nukilkan kalam...
Cinta itu segalanya... tanpa cinta 
tidak bermaknalah hidup kita...



Tinta Sufi..
Terengganu
9/10/12

Meraba-raba mencari makna..

Malam semakin kelam berlalu....tepat jam 3.33 pagi keadaan sayu membawa diri..... angin sepoi2 bahasa menyapa diri..sedang pintu jendela luas menyepi... Ah....... ape yang harus ku lakukan.... ternyata masalah sering mengekori... tapi itulah pesan guru... masalah itu sebenarnya adalah pendidik untuk diri... buat masa ni ku tabahkan hati... terima sahaja ape yang menekan di kalbu ini....

Masa terus berlalu dan pergi.... sedangkan esok adalah hari yang baru ..untuk terus berjuang menempa diri... yea benar... tanggal 8 Oktober tarikh keramat penutup pintu semester tiga... benar pintu itu sudah ditutup...tapi untuk semester, bukannya untuk ilmu..... hakikatnya ilmu itu perlu dicari..untuk mengenal makna diri... usai paper akhir siang tadi...ku mengeluh merenung ke langit ilahi.... syukur dapat mensettlekan satu perkara lagi...namun ku sedar...ujian berat di hadapan sana yang sedang menanti.....

tatkala ini...sedang ramai sahabat terus menyepi diulit mimpi..tatkala ini juga aku menyepi memikir soal diri.... dalam cahaya di balik kegelapan malam....ku mencari makna diri.... sering ku tertanya pada diri..... wahai hamba Allah.. apakah sebenarnya tujuan kamu di sini?... apakah ada matlamat dalam hidupmu?..apakah objektif hayatmu?..... benar segala-galanya kabur di fikiran...... untuk esok sudah ade perancangan tapi masih kabur di pandangan.... terasa berat untuk mendepani mehnah dan cabaran... namun, setiap kali diri ini teruji dengan sesuatu yang berat... ku teringat pesanan sahabat.... bahawa hidup ini adalah medan ujian..percayalah ianya hanyalah untuk menguji keimanan... klw kita MAHU pasti kita MAMPU..

Ah,.. "esok...esok..esok...apakah yang perlu aku lakukan.."..... persoalan ini terus bermain2 di lubuk fikiran....sebab aku tidak mahu masaku terus terbuang...terbuang dengan perkara yang melalaikan..terbuang dengan perkara yang sia2....hasilnya hidup tidak bererti...arah tuju tidak dicari..kesannya akan memakan diri....

teman2...pesanku untuk diriku jua... peliharalah masa selama mana kita masih mempunyai masa nan waktu.... carilah makna sementara kita masih ade waktu... Mati x mengenal usia.. ia datang dan pergi menyapa orang di sekeliling kita...kapan pula kita?... jika di alam kandungan..kita sudah melaluinya...alam dunia pula perjalanan musafir kita untuk menuju ke Barzakh sana.. namun bezanya jika di alam kandungan kita diberikan segalanya tanpa perlu mengumpul bekalan ke dunia keran semuanya sudah tersedia..... namun, utk di barzakh sana dan ke destinasi selepasnya kita perlukan bekalan yang selesa.....



lukislah waktumu di kertas hatimu.. ^_^
semoga kita bertemu lagi di lain hari dan waktu....

Tinta Sufi
Terengganu
9/10/12

Saturday, 6 October 2012

Allah..bantulah kami semua..

~kalam emas untuk nasihat diri dan yang lainnya..~





Di saat aku lena bersama kesenangan...
ku lupa orang yang tidak tenang dengan kepayahan....

di saat aku gembira bersama sahabat seilmuan....
Aku lupa kepada sahabat yang memerlukan...
mereka mencari arah...mencari titik mula..sedang kita di pertengahan.... 
di saat kita merasa bahagia bersama syariat..
hakikatnya kita lupa utk membahagiakan ummat.... 
ku bertanya pada diri... wahai jasad yang dianugerahkan tuhan..wahai roh yang teman seperjalanan...apa yang telah engkau lakukan untuk dirimu?..
untuk keluargamu?..
dan untuk ummmahmu? 
untuk saudaramu??.... 
 Subhanallah.... 
sesungguhnya tiada apa2 yang kita lakukan bahkan sekelumit pun tidak kene pada diri...
di mana dakwah kita sebenarnya?...
adakah pada lisan sahaja?
atau pada hati yang sebenarnya?..
ilmu itu tiada guna jika kita tidak beramal dengannya.
bukankah Rasulullah telah bersabda: bhw sampaikanlah ilmu itu walaupun dengan sepotong ayat... 
tetapi kita alpa dan leka..... 
umur semakin tua.... 
ke manakah kita sebenarnya........

Ya Allah..Ampunilah dosa kami semua yang leka dalam menyebarkan agama ini untuk manfaat bersama.... 

pada suatu hari.....

tatkala mesej chatting masuk memenuhi ruang fb ku.... pada saat itu...

lisanku terhenti...pergerakanku terganggu... tatkala mendengar kisah sahabat lama yg hilang di pandangan... 6 tahun hilang mencari arah masing2..tertaut perhubungan di laman muka buku... Allah... kusangka semuanya baik2 shj...tapi ternyata tidak sebahagia yang kusangka... Hidup menderita dalam kejahilan yang dicipta.... apabila botol arak sering menjadi pandangan di mata dan di hati,...pil kuda menjadi inspirasi... Zina menjadi momentum diri... quran menjadi pusaka di almari hanya mengambil syarat untuk syaitan lari... hakikatnya iman yang lari pergi.... Allahurabbi... ternyata...

..tindakan kita masih belum meluas..... dakwah kita sering tertindas... sebab kita sering tertewas...di mana sebenarnya tindakan kita sahabat2??... jika kita tidak bantu tidak mustahil ianya menjadi pengahlang dan asbab kita disekat di pintu syurga kelak... kita semua bersahabt bukan?..jadi jika kita ingin ke syurga..sudah tentu dia juga ingin turut serta... bantulah sahabt kita semua.. insyaALLAH Allah akan bantu kita semula..

teman2...

masih ramai shbt2 di luar sana yg memerlukan bantuan... bukan mereka tidak mahu melakukan perubahan..tapi tidak tahu di mana nak mulakan... jika kita tahu , maka sebarkanlah ilmu Allah itu... sebarkanlah shbt...sebarkanlah...bantulah shbt kita... kelak kita juga akan dipersoalkan nanti... kurangkan berbicara soal diri, kurangkan berbicara soal hati dan perasaan yg tidak tahu arah tujunya... kongsikanlah di dinding2 facebook mu, di page blog2mu dengan ilmu2 Allah.. sampaikanlah kpd mereka walaupun dengan satu ayat... insyaALLAH... dengan sedikit perkongsian mungkin ade sentuhan di situ... dakwah itu luas...maka mulakanlah langkahmu...

kpd sahabat yg sedang berjuang ke medan penghijrahan.... pesanku, teguhkan hati...walaupun mulut manusia menghentam kita...teguhkan diri...walaupun jawatan bakal ditarik orang... tetaplah bersabar...jika kita terasa berseorangan yakinlah ada Allah bersama kita... sekali kita melangkah ke depan..jangan pernah berundur ke belakang...jika kita dah tahu hala tuju perjalanan kita...jangan pernah kita menyimpang lagi...

**Ayuh mencari makna dalam hidup! kita sama2 lakukan! Hidup adalah untuk memilih di dua persimpangan! jadi pilihlah simpang yang benar....

Daripada Anas r.a sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Tidak sempurna Iman seseorang kamu sehinggalah dia menyayangi saudara seIslamnya seperti mana dia menyayangi dirinya sendiri.
(riwayat Muslim)

###Hidup Biar bermakna sebagai Hamba###

Thursday, 4 October 2012

Mari Mencari Makna Hidup!

~ sering kali diri ini dipesan.. HIDUP PERLU KEPADA MAKNA....

Jika tiada MAKNA maka carilah ia....
Jika sudah Jumpa, maka selidiklah ia...
Tujunya ke mana....
Halanya ke mana....

jika masih kabur...

maka terangilah ia..dengan persoalan2 yg menggegar jiwa....


-Aku dilahirkan utk apa?


-Aku hidup kerana siapa?


-Hidupku menuju ke mana?

-Jasadku menuju ke mana?

dan teruskan bertanya sampai akhirnya....sampai bertemu puncanya..



Kita ibarat berada di dua persimpangan ... ade dua lorong yg berbeza hala tujunya... namun kebayakan kita terus melangkah tanpa berhenti dan berfikir akibatnya tersalah lorong dan jalan, ....hakikatnya di persimpangan tersebut...sudah tersedia signboard ke lorong yang betul...


#Hidup perlu memilih..mana yg betul dan mana yang salah.. berhenti sejenak apabila berada di persimpangan..(muhasabah)..sebelum terus berjalan...


>Mari mencari makna..agar hidup kita bermakna...